Bab 4 Belajar Menjadi Diri Sendiri.
Bab 4 Belajar Menjadi Diri Sendiri.
Jujur aja, kita nggak akan pernah bisa nyenengin semua orang di dunia ini. Percuma deh, sebaik apa pun kita berusaha, tetap aja bakal ada yang nggak suka, salah paham, atau ngehakimi kita tanpa pernah bener-bener kenal siapa kita sebenarnya. Ada yang bilang kita terlalu ini, terlalu itu, kurang begini, kurang begitu — padahal mereka nggak pernah tahu apa yang sebenarnya kita rasain dan kita lalui.
Kita diajarkan buat introspeksi diri— artinya kita harus fokus lihat dan perbaiki diri sendiri dulu, bukan terus-terusan ngejar penilaian orang lain. Buat apa sibuk mikirin apa kata mereka, kalau kita sendiri aja belum kenal sama diri kita? Lagian ada pepatah juga bilang: — nggak ada manusia yang sempurna. Semua orang pasti ada kurangnya, semua orang pasti ada salahnya. Jadi jangan sampai kita terlalu sibuk berusaha jadi "sempurna" di mata orang lain, sampai lupa sama diri sendiri, sampai ngerasa capek dan sakit hati cuma demi dapet senyum orang lain yang sebenernya nggak pernah bener-bener menghargai kita.
Maka dari itu, kita harus belajar banyak hal. Belajar bilang "nggak" kalau memang harus nolak. Jangan takut buat nolak, jangan takut dibilang jahat atau nggak peduli. Kalau kita terus-terusan nurutin kemauan orang lain, kapan kita mau hidup buat diri sendiri? Belajar jaga batas juga — tahu sampai mana kita bisa bantu, tahu di mana kita harus berhenti. Jangan sampai orang lain nginjak-nginjak harga diri kita cuma karena kita terlalu baik dan nggak berani bilang tidak.
Belajar terima kekurangan dan kelebihan diri juga penting banget. Kenapa kita harus malu sama apa yang kita miliki? Kenapa harus iri sama apa yang orang lain punya? Kita punya kelebihan yang mereka nggak punya, dan kita punya kekurangan yang juga dimiliki orang lain. Nggak ada yang lebih baik atau lebih buruk, cuma beda aja. Terima diri sendiri dulu, baru orang lain akan bisa terima kita.
Karena hidup ini bukan soal disukai semua orang. Hidup ini soal menjalani hari-hari dengan jujur, tulus, dan tetap berpegang pada kebenaran — apa yang benar dan apa yang salah. Kalau kita udah berbuat yang terbaik, udah berbuat yang benar, udah tulus sama semua orang, tapi mereka tetap nggak suka — ya itu bukan salah kita. Itu urusan hati mereka, bukan urusan kita.
Jadi mulai hari ini, ayo berhenti nyakiti diri sendiri cuma demi penilaian orang lain. Berhenti pura-pura jadi orang lain cuma biar diterima. Jadilah diri sendiri, perbaiki diri setiap hari, dan tetap tebarkan kebaikan. Biarkan yang suka tetap ikut, biarkan yang nggak suka pergi. Yang penting hati kita tenang, nurani kita bersih, dan kita tahu siapa diri kita sebenarnya.
Komentar
Posting Komentar